Cadar Basah di Kebun Nafsu Bab 5
**Bab 5: Permintaan yang Tak Terucap** Beberapa hari setelah video pertama itu menyebar seperti api di rerumputan kering kampung, kehidupan kami di lereng gunung ini berubah menjadi sandiwara yang semakin rumit. Aku, Rizal, suami Nia yang seharusnya menjadi pelindung, kini terjebak dalam pusaran hasrat dan kebingungan yang tak kunjung reda. Nia masih tetap istri sholehahku—berusia 28 tahun, cadar sage green atau krem pastel yang stylish selalu membalut wajah cantiknya di depan umum, gamis panjang yang longgar tapi tak mampu menyembunyikan lekuk tubuh sempurna di baliknya. Namun di balik keteguhan imannya, ada retakan kecil yang mulai terlihat, retakan yang justru membuat darahku mendidih setiap kali aku menyadarinya. Video kedua dan ketiga sudah di-upload ke situs bokep yang sama. Kali ini kualitas lebih baik, diambil dari sudut yang berbeda, mungkin oleh Mas Joko yang lebih berani dengan ponselnya. Satu video fokus pada mandi sore di bawah gerimis tipis, yang lain saat mandi malam den...